Muncul di dagu, dahi, pipi atau hidung. Jerawat bisa tumbuh di mana saja bahkan di punggung dan kulit kepala kita! Yang punya masalalah sama jerawatnya silahkan angkat kepala.. 'abaikan!' maksud mimin silahkan angkat tangan .
Udah, turunin deh tangannya^^ . Banyak diantara kita yang bermasalah dengan jerawat, dan biasanya selalu mencari cara memusnahkan jerawat yang nakal ini. But, sebelum ngeluarin jurus kita buat musnahin si jerawat, kita perlu tau tentang si jerawat ini biar gak salah jurus nantinya :D
Daripada cuap*nya panjang lagi, capcuz aja dah to the point !!! :P
Mitos 1: Jerawat hanya terjadi pada remaja
Fakta: Salah. Jerawat bisa menyerang siapapun. Bahkan kebanyakan usia 20 keataslah yang mempunyai masalah dengan jerawat
Mitos 2: Jerawat akan hilang dengan sendirinya
Fakta: Salah. Jerawat bisa bertahan sampai bertahun-tahun. Biasanya hanya dengan rajin mencuci muka dan memakai krim, jerawat sudah hilang. Namun jika masalh jerawat lebih parah, konsultasi ke dokter perlu dilakukan.
Mitos 3: Kulit kotor sebabkan jerawat
Fakta: Salah. Kondisi kulit yang kompleks tidak ada hubungannya dengan kotoran. Tetapi ada suatu jenis bakteri yang disebut Propionibacteria (P.
acnes) yang masuk ke pori-pori, dan menyebabkan peradangan yang
menghasilkan jerawat. Sedangkan komedo disebabkan oleh penumpukan sebum
yang berasal dari minyak alami kulit yang berada di dalam pori-pori.
Mitos 4: Sering mencuci wajah dapat mengurangi jerawat
Fakta:
Salah. Karena jerawat tidak disebabkan oleh kotoran, jadi hanya pembersih
wajah dengan bahan-bahan seperti benzoil peroksida, asam salisilat, dan
senyawa belerang yang dapat membantu mengobati jerawat, sabun dengan
bahan abrasif tidak akan membantu membersihkan jerawat lebih baik (atau
lebih cepat). Justru scrub dapat membuat kulit teriritasi dan kering.
Mitos 5: Memencet jerawat adalah cara terbaik
Fakta: Salah. Memencet jerawat membuat kulit lapisan terluar membekas selamanya. Lebih baik mencuci muka dengan sabun yang lembut, kemudian mengoleskan benzoil peroksida atau asam salisilat terhadap jerawat.
Mitos 6: Anda tidak bisa menggunakan make up saat berjerawat
Fakta:
Tergantung. Meskipun beberapa kosmetik memang dapat menyebabkan jerawat semakin
parah, namun make up dengan label noncomedogenic umumnya aman digunakan.
Atau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit untuk menentukan make
up yang cocok.
Mitos 7: Uap panas membantu atasi jerawat
Fakta:
Salah. Panas akan memperparah jerawat. Lebih baik membiarkan wajah yang sedang berjerawat berada tetap pada suhu normal. Hindari mandi uap saat berjerawat.
Mitos 8: Berjemur bisa hilangkan jerawat
Fakta: Tergantung. Banyak teori cahaya yang terbukti mampu menyembuhkan jerawat. Namun jika langsung berjemur dibawah terik matahari bukanlah solusi yang baik. Malah akan memperparah jerawat. Selain itu berjemur terlalu lama diterik matahari dapat menyebabkan kanker kulit dan kulit kering.
Mitos 9: Jerawat disebabkan makanan berlemak
Fakta: Salah. Cokelat dan kafein yang mengandung lemak dan menyebabkan jerawat belum pernah benar-benar terbukti. Beberapa studi, telah menunjukkan bahwa produk susu kemungkinan memengaruhi jerawat, karena adanya hormon dan bakteri dalam susu. Kesimpulannya bukan kandungan lemak nya yang menjadi penyebab, namun hormon dan bakteri yang dikandung.
Mitos 10: Dosis yang tinggi lebih cepat menghilangkan jerawat
Fakta: Salah. Menggunakan obat namun tidak mendapat hasil memuaskan terkadang membuat pengguna menambah dosis pemakaiannya. Dosis yang ditambah sama sekali tidak sesuai anjuran. Hal itu menyebabkan kulit iritasi, kering dan lebih banyak jerawat yang timbul. Jika obat yang dipakai tidak menunjukkan hasil dalam 6-8 minggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit.
Mitos 11: Aktifitas seksual menyebabkan jerawat
Fakta: Aktivitas seksual dan pengeluaran hormon memang saling berkaitan tetapi efek aktivitas seksual pada produksi kelenjar minyak tidak ada. Kadar hormon antara lain dipengaruhi oleh stres dan emosi
Mitos 12: Jerawat hanya berdampak pada penampilan
Fakta: Bukan hanya penampilan yang terpengaruh oleh jerawat tapi juga psikologi. Seseorang mungkin saja kehilangan kepercayaan diri dan mengalami depresi karena jerawat yang membandel.
Mitos 13: Sress termasuk penyebab jerawat
Fakta: Kemungkinan. Beberapa studi menemukan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan jumlah jerawat selama mengikuti ujian akhir, tapi belum bisa dipastikan adanya hubungan sebab-akibat. Tidak semua mahasiswa mengalami penambahan jerawat selama menghadapi masa-masa yang penuh tekanan.Jadi, stres kemungkinan berperan. Tapi, belum ada studi yang menunjukkan bahwa stres bisa memperburuk jerawat.
So, guys. Udah pada tau kan tentang si jerawat yang nakal? Nah semoga artikel ini bermanfaat. Buat yang punya masalah parah dengan jerawat yang nakal, jangan ikuti mitos-mitos yang salah, ya... Apalagi kalo kita gak berpikir realistis soal mitos-mitos tersebut, brabe deh jadinya !!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar